Friday, May 05, 2006

Tragedi Mei dalam tuturan kata sang Pencerita

Suatu waktu gue terima email dari yahoo account dengan user id yang kurang meyakinkan. Di dalam suratnya dia minta tolong agar email tersebut disampaikan ke bos gue agar beliau sudi membuat kata pengantar untuk bukunya yang terbaru Sekuntum Nozomi Buku ketiga. Di akhir email tertera signature singkat dengan huruf kecil.. marga t.

Waaak !
Novelis klasik Indonesia neh.

Gue sampai browsing around dulu untuk mastiin apakah email tersebut benar2 dikirim oleh seorang Marga T. Ya.. karena gue ga kenal sama karya2nya gitu deh.

akhirnya Wimar dan Marga T pun berkorespondensi langsung mengenai buku ketiga Sekuntum Nozomi ini. Proyek ini benar-benar proyek non komersil dimana penjualan buku ini sepenuhnya didedikasikan untuk para korban kerusuhan Mei 1998.

Marga T:
Buku ini diterbitkan di medio Mei 2006, sebagai tribute untuk para korban, untuk memperingati sewindu tidak tuntasnya tragedi Mei 98. Novel Sekuntum Nozomi buku ke 3 terdiri atas 11 bab (dan akan berakhir di buku ke empat).

Hebat ya :)
seperti kata Gandhi di sisi kanan blog gue.
You must not lose faith in humanity.
Walaupun banyak orang-orang menyebalkan, namun ada lebih banyak lagi orang menyenangkan yang memberi nuansa indah dalam kehidupan.

Sang Pencerita mungkin sudah bosan membaca Novel kelam Indonesia yang tak berujung dalam pembahasan Tragedi Mei. Sebegitu kelamnya, sehingga pembaca harus menebak-nebak sendiri siapa pelaku utama pencipta tragedi tersebut. Hanya korban yang jelas tergambar di novel kelam itu.

Akhirnya sang pencerita menuturkan ceritanya sendiri (walau dalam bentuk fiksi). Fiksi yang walaupun tidak dapat mengobati namun setidaknya dapat memungkinkan korban untuk berbagi. Berbagi perih, berbagi sedih dan berbagi derita akan ketidakadilan yang semakin menjadi.

Akhirnya ...
17 Mei besok.. buku ini akan tersedia di seluruh toko buku Gramedia. Beli yuuk !

Congrats bu Marga .. Thank you Wimar :)

3 comments:

ww said...

saya yang terima kasih CL bisa sama-sama mengapresiasi karya penting untuk membuat orang mengerti tragedi Mei, dan ikut merasakan keindahan budi Ibu Marga T.

mer said...

woaaaa... dah lama ngga denger nama itu, Marga T! jadi ingat jadul, nyuri2 baca buku Marga T di bawah bangku sekolah, waktu es-em-pe...
CL, review dooong....

cl said...

wah Mer,
ane aja belum beli bukunye :)
belum terbit neeh.
ntar yak, kalo lagi mood hehehe, soale banyak buku dirumah belum dibaca :(