Friday, May 05, 2006

Akhirnya, ada juga yang berani ngomong!

Ratna Sarumpaet Ingin FPI & FBR Bubar
Ana Shofiana S - detikHot Ratna Sarumpaet (doc. SCTV) Jakarta, Kekesalan Ratna Sarumpaet pada FPI dan FBR tampaknya sudah tak tertahan. Aktivis Wanita itu minta kedua organisasi masyarakat itu dibubarkan karena sudah kelewatan! Kelewatan yang dimaksud Ratna adalah ancaman yang diterimanya selama ini karena menolak RUU APP. Selain SMS berisi ancaman, rumahnya juga disatroni massa FBR. Selain itu, koleganya sesama penentang RUU APP seperti Inul dan Rieke Dyah Pitaloka juga mengalami hal yang sama seperti dirinya.

(baca selanjutnya at Detikcom)

Akhirnya, ada juga yang berani ngomong untuk membubarkan FPI dan FBR.
Udah jadi rahasia umum kalau kedua organisasi itu cuma organisasi piaraan oknum mantan penguasa tertentu yang cuma bertugas bikin resah masyarakat, malakin masyarakat, bikin gedeg orang-orang dan dan yang paling bahaya membuat jelek citra Islam.

Kemarin gue dengerin wawancara bagus Perspektif Baru, antara Wimar dan Bambang Hari Murti (Pemred Tempo), Bambang bilang (kira2 kalau gue ga salah nangkep ya hehehe), kalau demokrasi itu juga berarti menuntut rakyat yang terlibat di dalamnya, harus mempunyai kemampuan untuk menerima orang-orang lain/organisasi lain yang tidak sealiran dengan pikiran rakyat/individu tertentu.

Walaupun organisasi itu sangat menyebalkan, dan sama sekali tidak rasional. Namun Demokrasi juga membutuhkan hadirnya seorang wasit (Pemerintah), seperti layaknya seorang wasit di dalam pertandingan sepak bola. Kalau ada tindakan satu pemain yang merugikan pemain lawan, maka wasit akan bertindak, memberikan penalti pada pemain yang melakukan pelanggaran.

Yang gue ga habis pikir, sudah berpuluh kali gue baca tindakan anarkis FPI dan FBR di media, tapi ga juga organisasi tersebut dikasih penalti pemerintah. Paling anggotanya ditangkep bentar, terus ga jelas lagi gimana kelanjutannya. Ga pernah ada penalti dari wasit Republik Indonesia, yang bikin permainan jadi Fair Play!

Tackle sana, tackle sini, anarkis disana, sok suci disini, Korupsi di depan mata, peradilan ga jalan sebagaimana mestinya. Eh sang wasit, santai aja. Padahal penonton dah ngelemparin lapangan pertandingan dengan berpuluh2 botol aqua, cuek bebek.

Siapa yang salah nih?
Wasit? atau pemain yg melakukan pelanggaran?
Ganti wasit yuk !

1 comment:

aRdho said...

FPI emang sux..

hiohiihi.. :p