Friday, February 24, 2006

MenKeu Bingung

MENKEU: GERAKAN ANTI-KORUPSI BERLEBIHAN ANCAM PERTUMBUHAN EKONOMI

"Kita gagal untuk memacu kebangkitan ekonomi," kata Menkeu sambil menunjukkan bahwa realisasi yang lebih rendah dari target defisit anggaran pada 2005, yaitu sekitar 0,5 persen dari PDB padahal target defisit 1,5 persen, membuktikan bahwa pemerintah gagal meningkatkan belanja pemerintah.

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan, arus gerakan anti-korupsi bisa menghasilkan efek kontraproduktif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jika kita mengejar pemerintahan yang bersih, arus gerakan anti-korupsi yang terlalu deras atau terlalu berlebihan, maka itu akan membahayakan pertumbuhan ekonomi kita," kata Menkeu dalam forum "Jakarta Foreign Correspondent Club" di Jakarta, Kamis, seperti disiarkan Kantor Berita Perancis AFP.

( hallloooooooooooooooooo, apakah ini diucapkan oleh Sri Mulyani Indrawati yang dulu konsisten mengkritik pemerintah yang korup. Yang dulu, pernah di satu kesempatan, bilang di depan publik, supaya pejabat pemerintah itu jangan selalu bergumul di tengah persoalan2 yang ada. "Sekali-kali pandang persoalan dari atas, look at from a bigger picture point of view, it will provide you much clearer perspective".

Gue dulu sampai terkagum-kagum denger penjelasannya. bener juga, biar ga keseret-seret urusan detail yang seharusnya dikerjakan di level dirjen atau eselon 2, mendingan kita fokus pada perspektif yang lebih luas, perspektif publik, rakyat, negara dan dunia.

lah, sekarang kok komentar begini?

Kan yang mengancam keruntuhan ekonomi, yang membuat Indonesia krisis adalah gerakan korupsi itu Bu? kalau publik ga terus neriakin pemerintah, ya ga akan ditangkepin dong koruptor2 itu? Harusnya ibu terima kasih kepada publik yang terus memonitor orang ga bener; bisa meringankan beban pemerintah, karena pemerintah ga sendirian dalam memantau koruptor2 itu.

Logikanya jangan dibolak-balik lagi ya bu. Lain kali, saya ingin lihat headline Menkeu: Tindak Koruptor Selamatkan Perekonomian Indonesia" :) )

No comments: