Thursday, August 23, 2007

Darah itu Merah Jendral

ngga.. ngga
ngga akan nulis soal G 30 S PKI
Judul diatas memang kutipan terkenal yang diputar di film cuci otak nya Orba, yang setiap tahun, di tanggal 30 september muncul di layar kaca semua penduduk Indonesia. Sekarang udah ga ada lagi siiih.. ya iyaa lah, siapa juga yang mau percaya.

Gue mau cerita soal kebaikan banyak orang Jakarta yang jarang disorot.
Keegoisan, keserakahan, ketidaksabaran, kelicikan, kecurigaan
sifat-sifat itu banyak dibebankan pada penduduk kota jakarta.

banyak terlihat sih sifat-sifat itu during rush hour di jalan-jalan jakarta.
tapi sama sekali ga tercium di Jl. Kramat Raya No.
47 Jakarta - 10450
yup, itu kantor Palang Merah Indonesia.

Akhir-akhir ini, keluarga gue sering mengunjungi tempat ini.
Setiap kali Mama terima sms "HB sedang drop, perlu darah segera untuk transfusi, kalau bisa bawa orang, takutnya ga ada persediaan darah di PMI"

Gue termasuk salah satu orang wajib siaga untuk donor darah
yup, karena gue termasuk golongan darah B, golongan darah populer di keluarga turunan Nyokap.

Iya, sedih sekali..
darah tersebut untuk tante Ani
Orang paling baik..paling supel.. paling tanpa pamrih di keluarga gue
di awal tahun ini, tante gue tercinta itu terdianogsa menderita kanker rahim dan sudah mencapai stadium lanjut.
kondisinya drop sekali akhir-akhir ini.
Selain melalui jalur medis, kita sekeluarga cuma bisa pasrah berpaling pada kemurahan hati Sang Kuasa.

Kemurahan hati Yang Kuasa antara lain mulai ditunjukkan kepada kita melalui tempat di jalan kramat itu.
gilaa.. waktu itu gue ke sana di hari libur Isra Mi'raj
kebayang ga bakal ada stok darah di hari libur, jadi gue bersama Om Pri dan Tante Era standby sebagai donor.
Kita bergegas ke kantor PMI dan semua bayangan negatif pupus ...
Di lobi donor darah... banyak orang sedang antri mendonorkan darahnya
kejadian ini terulang lagi di hari libur kemerdekaan, minggu berikutnya.

Gila.. malu banget deh.
gue dulu pas kuliah, pernah jadi donor, walaupun ga sering-sering banget
itu juga gara-gara ikut2an temen, dan salah satu kegiatan iseng2 biar dpt indomie, telur rebus dan vitamin gratis :)
Ga pernah jadi donor karena bener2 pengen menyumbangkan darah, walapun dulu Alm. Bokap kartu donornya sangat penuh dengan jadwal dia mendonorkan darahnya.

orang-orang baik yang gue lihat antri mendonorkan darah itu
banyak dari kalangan kaum berada dan dari warga keturunan Tionghoa.
mereka-mereka yang sering dicap hanya fokus pada hal-hal yang berbau bisnis
ternyata sangat peka juga pada sesuatu yang bersentuhan dengan hati nurani

Jadi, biar pada malu deh tuh semua orang-orang sok eksklusif.
ga usah deh pada memisah-misahkan diri berdasarkan kelompok, golongan, agama dan harta.
Karena darah kita semua sudah menyatu.

Semuanya, kalau mau mendonorkan darah, bisa gabung di tempat-tempat ini.

Terima kasih pada semua donatur darah yang mulia :)
Mohon bantuan doanya ya untuk kesembuhan Tante Ani tercinta.


Powered by ScribeFire.